Title                       : MY RED YARN

Part                        : 1/?

Rating                   : PG+15 (YAOI)

Cast                       : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Kim Junsu, Park Yoochun, Shim Changmin, Kim Hyunjae, and other cast will appear

Author                  : Revi Junsu aka Han Hyesu aka Junsu’s Eternal Wife ^^

A/N        : Cerita ini aku buat sendiri tanpa memplagiat cerita manapun dan yang jelas ini cuma CERITA FIKTIF belaka.

Another my geje ff

ahahaha

douzo~


^^^^^^^^^^

Di jari kelingking kiri setiap manusia pasti telah terikat sehelai benang merah. Namun tak ada manusia yang tau kemana benang merahnya terarah, yang pasti kemanapun benang merah itu terarah, maka dialah rumahmu. Tempatmu pulang, tempatmu kembali untuk melepas kelelahan hidup serta tempatmu bersandar dan dialah segalanya bagimu. Percaya? Tapi itulah tanggapan orang-orang di sekitarku. Akupun tak mengerti kenapa setiap orang harus memiliki benang merah di jari kelingking kirinya. Bagaimana jika ada manusia yang tak memiliki benang merah? Apa itu berarti manusia tersebut tak memiliki rumahnya?  Apa itu berarti manusia tersebut tak memiliki tempat bersandar untuknya? Kalian semua pasti tak menyangka mengenai pertanyaan seperti ini bukan? Haha, aku sudah tau hal itu lebih dulu sebelum aku menanyakan hal ini kepada kalian, karena akulah manusia yang tak memiliki benang merah itu.


^^^^^^^^^^


“Sebenarnya, kau ini kenapa??” Laki-laki manis itu menghentikan makan siangnya sejenak untuk menatap kawannya yang tampak aneh. Bersikap gugup dan tampak seperti sedang mencari seseorang.

“ee.. gwenchana..” Tidak salah lagi. Laki-laki ini memang tampak gugup.

“Aish, sebenarnya ada apa denganmu, Junsu-ah? Tidak biasanya mengajakku makan siang di atap sekolah.” Tanpa menatap Junsu, Jaejoong –laki-laki manis itu- bertanya. Bagaimana tidak? Sejak tadi pandangannya tertuju pada sehelai benang merah yang terikat di jari kelingking kiri sahabatnya itu. Dan itu cukup membuat pandangannya iritasi. Kenapa Jaejoong harus merasa terganggu dengan benang pengikat jodoh Junsu? Dan kenapa Jaejoong bisa melihatnya?

“Aku? A—aku baik-baik saja. Memang tidak boleh sesekali kita makan siang di atap? Bukankah atap sekolah adalah tempat ternyaman di sekolah?” Jaejoong menghentikan makan siangnya (lagi) untuk sekedar menatap Junsu. Entah, tapi Junsu memang terlihat agak aneh akhir-akhir ini. Wajahnya terkadang memerah tanpa sebab. Jaejoong juga kerap kali melihat Junsu merasa gugup. Apa ada seseorang yang sedang dipikirkannya?? Aish, hipotesisnya itu cukup membuatnya merasa jengkel.

“Makan siang di atap sekolah memang tak buruk. Hanya saja, siapa yang mengatakan padamu mengenai atap sekolah itu? Hanya para gadis yang tertarik untuk makan siang di atap sekolah. Lihat saja sekelilingmu. Bahkan banyak juga pasangan disini. Aish..” Jaejoong memandang sekitarnya dengan sedikit sebal. Dia memang mudah merasa kesal jika sudah berhubungan dengan sesuatu yang menyangkut dengan pasangan, kekasih, cinta, atau apapun itu. Bukan tanpa alasan Jaejoong menjadi sensitif seperti itu. Semua itu berawal dari kemampuannya yang sedikit aneh. Atau mungkin mistis. Yang pasti kemampuan ini sama sekali tidak keren menurutnya. Jaejoong bisa melihat benang merah setiap orang. Benang merah adalah benang pengikat jodohmu. Benang yang hanya sehelai, terikat di jari kelingking kiri setiap orang inilah yang telah dibuat Tuhan untuk mengikatnya dengan pasangannya. Pasangan yang selalu membahagiakanmu dan melindungimu. Dialah tempatmu berkeluh kesah dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Hey, bukankah ini keren? Sejujurnya Jaejoong memang merasa bahwa kemampuannya ini keren, hanya saja dia menjadi kesal dengan kemampuannya ini karena ia tak bisa melihat benang merah miliknya sendiri. Aneh. Sejak dia berumur 12 tahun atau lebih tepatnya sejak ia memiliki kemampuan ini untuk pertama kalinya, Jaejoong selalu bisa melihat benang merah milik siapapun. Milik setiap orang yang dilihatnya. Hanya miliknya saja yang ia tak bisa lihat. Apa ini berarti dia tidak memiliki seorang kekasih? Apa ini berarti bahwa dia tidak akan pernah menikah? Aish. Menyebalkan.

“Haruskah aku mengatakannya, Jae-ah?” Setelah sekian lama mereka terdiam sambil tetap melanjutkan makan siang, Junsu akhirnya berbicara. “apa dia seorang gadis?” Jaejoong balas bertanya sambil menutup dan merapikan kotak bekalnya yang telah kosong. Dia cukup penasaran dengan seseorang yang telah berhasil membuat Junsu menjadi seperti ini.

“Gadis? eee.. dia adalah temanku di klub sepak bola. Dan dia adalah seoarang laki-laki..” Junsu menutup kotak bekalnya dengan sedikit gugup. Aish, lagi-lagi wajahnya memerah. Kenapa dia tampak seperti seorang gadis yang jatuh cinta? Setidaknya begitu pikir jaejoong.

“Jadi dia seorang laki-laki?” Sebenarnya mudah saja untuk mencari seseorang yang Junsu sukai bagi Jaejoong. Benang merah Junsu bisa menjadi petunjuknya, bukan? Namun, Jaejoong lagi-lagi merasa kesal dengan benang-benang merah itu. Mengingatkannya pada benang merahnya yang entah kemana.

“Apa terdengar aneh jika laki-laki beranggapan bahwa atap sekolah adalah tempat yang nyaman?”

“Anio, hanya saja para gadislah yang biasanya menyukai tempat berangin ini. Ah– Delapan menit lagi bel akan berbunyi. Mau temani aku ke mesin penjual otomatis? Aku ingin susu coklat..”

“Arasseo. Kkajja..” Lagi-lagi Jaejoong menatap benang merah Junsu. Rasa kesal di hatinya sedikit demi sedikit berkurang. Ini bukan suatu kekesalan, tapi rasa iri. Jaejoong iri pada Junsu. Iri pada semua orang. Sepertinya hanya dia yang tak memiliki benang merah di dunia ini. Karena belum pernah ia menjumpai seseorang yang bernasib sama sepertinya. Apa maksudmu, Tuhan?

Namun, secara tiba-tiba benang merah Junsu perlahan memanjang. Apa ini? Jaejoong yang memang berjalan di belakang Junsu terus memperhatikan benang merah Junsu yang semakin lama semakin panjang dan semakin jelas. Ini berarti pasangan Junsu ada di sekitar sini. Tapi kenapa mengarah kepadanya? Bukankah Jaejoong tak memiliki benang merah? Aish, ada apa ini sebenarnya?

T<B<C