Title        : “Who are you??”

Part        : 2/2

Rating   : PG+15 (YAOI)

Cast        : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Shim Changmin, and Chiemi Minamoto (Author nyempil) XDD

Author  : Revi Junsu aka Han Hyesu aka Junsu’s Wife ^^

A/N : Cerita ini aku buat sendiri tanpa memplagiat cerita manapun. Hehe ^^
Dan yang jelas ini Cuma CERITA FIKTIF belaka.

Ini dia part 2-nya
mianhae buat semua errornya

douzo~

^^^^^^^^^^

Kedua telinga menggemaskan itu bergerak-gerak kecil. Begitupun ekor panjang itu. Itu tak
terlihat palsu. Sudah seharian ini Yunho terus memperhatikan Boo. Terutama telinga dan ekornya.
Karena hanya kedua organ itulah yang membuat Yunho ragu bahwa Boo adalah seorang manusia.
Setelah berhasil mengusir Changmin tadi pagi yang memaksa masuk ke apartemennya dengan alasan
untuk menyelidiki Boo, Yunho hanya duduk di sofa kamarnya sambil terus menatap Boo.
Sesekali dia tersenyum pada Boo ketika Boo menatapnya dan tersenyum padanya. Sementara Yunho
duduk dan bergelut dengan semua pikirannya, Boo malah tampak asik dengan ikat pinggang Yunho
yang menggelantung di pintu lemarinya. Dia terus bergelut dengan ikat pinggang hitam itu.
Menggigitinya dan sesekali mengeong. Sadar dengan yang dilakukan Boo, Yunho segera menjauhkan
Boo dari ikat pingganya. Boo pun langsung berontak ketika Yunho menariknya perlahan dari
ikat pingganya. “Hey, kau tak boleh menggigiti ikat pinggangku. Nanti gigimu akan sakit.
Mengerti??” Sepertinya Boo mengerti dengan yang di ucapkan oleh Yunho. Dia langsung berhenti
berontak. Yunho tersenyum melihat ‘kucing’nya itu. Di usapnya kepala Boo lembut. Dan seperti
kucing pada umumnya saja, Boo ketagihan dengan perlakuan dari Yunho. Sekarang bukan lagi
Yunho yang mengusap kepala Boo, tapi Boo yang mengusapkan kepalanya bahkan seluruh tubuhnya
pada Yunho sambil mengelilinginya. Wajahnya benar-benar manis saat itu. “YA, kau membuatku
geli, Boo. Hentikan itu..” Yunho tertawa dengan perilaku Boo. Boo terus saja begitu,
bahkan sekarang Boo sudah mendorong Yunho, hingga Yunho terbaring di lantai kamarnya itu
dengan Boo di atasnya masih mengusap-usap kepalanya pada tubuh Yunho, tak lupa Boo pun
mengeong.

Hey, posisi ini berbahaya, bukan?

Yunho sudah mengeluarkan semburat-semburat merah di wajahnya ketika melihat wajah Boo
sangat dekat dengan pandangannya. Wajah yang sangat cantik dan manis. Belum lagi yang sedang
dilakukan Boo padanya. Gerakan yang sedikit eksotis, pikir Yunho. Padahal Boo tak bermaksud
apa-apa. Dia hanya senang jika mengeluskan dan mengusap tubuhnya pada sesuatu. Pada Yunho.
Yunho mulai tak tahan dengan ini. Dia langsung bangun dan memeluk Boo cepat. Boo cukup
tersentak dengan sikap tiba-tiba yang Yunho berikan padanya. Namun, Boo malah mengusap (lagi)
kepalanya di tengkuk leher Yunho. Dan saat itu juga Yunho merasakan hawa panas berdesir di
tubuhnya. Meskipun sudah ditahannya sejak tadi, tapi sepertinya Yunho benar-benar sudah tak
kuat lagi. ‘Dia adalah seekor kucing, Yunho. Apakah kau tega melukainya?’ Begitu pikirnya.
Dan sekarang Boo mulai menjilati tengkuk Yunho. Hawa panas yang sedari tadi belum turun makin
terasa panas di tubuh Yunho. Boo masih mengusap-usap kepalanya dan sesekali menjilat tengkuk
leher Yunho meskipun sekarang Yunho sudah mengangkatnya menuju ranjang besar di kamarnya.
Boo mulai ketakutan ketika YUnho melemparnya di ranjang. Boo langsung meringkuk ketakutan
melihat Yunho mulai mendekatinya. Boo pun memberontak ketika Yunho memaksanya untuk
terbaring. “meoww..”

“Suaramu sungguh seksi, Boo..” Yunho benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Dia langsung
mencium paksa Boo. Dan seperti kucing saat sedang ada bahaya di sekitarnya, Boo mulai mencakari
punggung Yunho dengan kuku panjangnya. Dan hebatnya Yunho malah tersenyum. “Ternyata kau ingin
bermain kasar denganku. Baiklah, ku ikuti permainanmu..” Dan siang itu, Yunho sudah kehilangan
sesuatu yang sangat penting. Kepercayaan Boo.

^^^^^^^^^^

“Aish. Aku benar-benar penasaran!!”

“Doushita, Minnie-kun?” Tatapan heran dan khawatir mulai meluncur dari mata Chii-chan untuk
kekasihnya yang ada di hadapannya. Changmin yang sejak tadi memang hanya terdiam mulai
menatap gadisnya ini.

“ah.. Iie, Chii-chan. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu.” Jawab Changmin sambil terus menatap
Chii-chan. Perasaan bersalah pun merasuki relung hatinya. Kencannya hari ini, banar-benar
buruk. Sudah berapa kali, Changmin tidak menghiraukan Chii-chan yang mengoceh riang padanya.
Hanya karena ‘kucing’ milik hyungnya. Tapi sungguh. Dia benar-benar penasaran.

“Sou ka. Aku ada disini jika kau ingin bercerita.” Chii-chan melempar senyum termanisnya kali
ini. Dia tak tampak kecewa dengan kencannya hari ini. Setelah seharian berkeliling di
sekitar kota, kini dia sedang menikmati segelas chocolate floatnya bersama laki-laki tampan
dan manis di hadapannya. Itu sudah menggembirakan. Begitu pikirnya.

“Arigatou ne. Tapi aku ingin menyelesaikan ini sendiri..” Tak mungkin jika Changmin menceritakan
yang ada di pikirannya. Pasti Chii-chan tidak akan percaya, bukan? “Gomen ne. Hontou ni gomen
ne karena seharian ini aku tidak memperhatikanmu, tapi aku sungguh senang dengan kencan kita
kali ini. Kau tampak sangat cantik..” Yang dipuji langsung menunduk menyembunyikan warna merah
di wajahnya. Changmin tersenyum melihat gadisnya yang menggemaskan itu. Changmin memang cukup
terhenyak ketika dia menjemput Chii-chan di rumahnya kali ini. Entah kenapa, sepertinya gadis
itu memang semakin cantik.

“Arigatou, Minnie-kun. Aku juga senang sekali dengan kencan kita kali ini. Sungguh sangat
senang..” Ujar Chii-chan dengan senyuman manis. Dan senyuman Chii-can berhasil membuatnya
menyingkirkan pikirannya sejak tadi. Mengenai Boo. Dia langsung bertekad untuk memperbaiki
kencannya hari ini. Dan dia juga akan tetap mencari cara untuk menemui Boo dan menyelidikinya.

^^^^^^^^^^

Tangisan tanpa suara tidak sama sekali dihiraukan oleh Yunho. Ya. Tangisan milik Boo. Yunho
berusaha membuka pakaian Boo. Dan dia dikejutkan oleh sesuatu. Dada yang rata. Boo masih
saja menangis. Dia sudah tak berontak lagi, karena Yunho mengerahkan seluruh kekuatannya pada
Boo. Yunho makin terkejut ketika Yunho menanggalkan seluruh pakaian Boo. Dia laki-laki?
Boo laki-laki??

Merasa ada kesempatan, Boo langsung menjauh dari Yunho yang masih menatapnya terpaku. Kaget
dengan kenyataan bahwa Boo adalah laki-laki. Jantan. Boo meringkuk melipat tubuhnya di ujung
ranjang Yunho. Boo menangis. Ekor yang diduga Changmin adalah palsu itu terlihat mengelilingi
tubuh Boo. Seakan memeluk Boo. Hey, itu asli, bukan? Kedua telinganya pun sudah tak terlihat
lagi. Kedua telinga itu sudah meringkuk sejak tadi. Dan tertutup oleh helaian rambut
pendeknya. Boo benar-benar ketakutan.

Tersadar dengan apa yang sudah di perbuatnya pada Boo. Yunho langsung mendekati Boo. Namun,
Boo mencakar tangan Yunho yang belum menyentuhnya. Darah keluar dari lengan tangannya. Boo
sudah tak percaya lagi pada lelaki di hadapannya itu. “Mian. Jeongmal mianhae, Boo. Saranghae..”
Setelah mengucapkan segelintir kalimat itu, Yunho langsung keluar dari kamarnya. Menenangkan
diri sepertinya. Yunho sudah sangat keterlaluan.

^^^^^^^^^^

“Hyung..”

“ah.. ne. waeyo?” Tepukan Changmin di bahu Yunho membuyarkan pikiran-pikiran barunya. ‘Apa
yang sudah kulakukan?’ Pertanyaan itulah yang sekarang melandanya.

“Boleh, kan aku ke apartemenmu sekarang?” Tanya Changmin tanpa basa-basi. Yunho hanya menghela
nafasnya panjang dan langsung menatap Changmin dengan sangat mengerikan. “Ah, ne..ne.. aku
tidak akan berkunjung ke apartemenmu hari ini. Mungkin lain hari.” Jawab Changmin enteng sambil
tersenyum paksa. Dan untuk kedua kalinya Yunho memeberikan tatapan tajam padanya. “Aish..”

“Aku tidak mengizinkanmu.” Yunho langsung meninggalkan Changmin. Berpindah ke tempat lain untuk
mencari biskuit kesukaan Boo. Mereka sedang ada di supermarket sekarang. Setelah insiden
tadi, Yunho baru ingat bahwa biskuit Boo sudah habis. Dan dia pun bergegas pergi ke supermarket
untuk membelinya. Tentu saja setelah dia membasuh luka di lengannya dengan air. Yunho sudah
bertekad akan berusaha membuat Boo memaafkannya dan dia sudah berjanji kali ini akan
mengurus Boo dengan sebaik mungkin. Persetan dengan identitasnya. Siapapun dia, yang pasti
Yunho mencintainya. Sangat mencintainya. Tak peduli dengan jenis kelaminnya yang cukup
membuat Yunho tersentak. Yunho sungguh mencintainya. Kalimat-kalimat itulah yang sekarang
memenuhi pikiran Yunho. Dia memang harus bertanggung jawab.

^^^^^^^^^^

Setelah sampai di apartemenya, Yunho langsung berlari masuk ke dalamnya. Mencari sosok yang
sangat ingin dipeluknya saat ini. Sosok yang benar-benar dicintainya. Sosok yang membuatnya
ingin berteriak ‘mianhae’ sekeras-kerasnya. Dan sosok itu tak ditemukannya. Melihat pintu
apartemen yang terbuka lebar, pantas membuat Yunho panik. Dia memang tak mengunci pintunya.
Dia lupa. Hanya Boo yang ada di otaknya sejak tadi. Seluruh apartemennya sudah di jelajahi
dan Boo tak ada. Pakaian Boo di kamarnya pun sudah tak ada. Boo pergi. Dan Yunho langsung
menangis saat itu juga. Tidak hanya kepercayaan Boo. Dia sudah benar-benar kehilangan Boo
sekarang.

^^^^^^^^^^

“Wae, hyung? Kenapa Boo pergi dari apartemenmu? Aku benar-benar penasaran dengannya..” Begitu
mendengar berita kepergian Boo dari Yunho, Changmin langsung merasa panik. Bukan karena
dia sedih atas kepergian ‘kucing’ itu, tapi karena Changmin telah kehilangan objek
penelitiannya. Dia terus mondar-mandir di depan meja kerja Yunho pagi itu.

“Aish.. SHIM CHANGMIN! Sudah berapa kali kau mengulang pertanyaan itu padaku? Aku sedang
bingung sekarang! Bisakah kau diam? Kau malah memperkeruh masalah ku!” Gebrakan meja yang
dilakukan Yunho membuat Changmin langsung terdiam. Hyungnya itu memang benar-benar sangat
bingung sekarang. Wajahnya menggambarkan semua itu. Kebingungan, Kekesalan, Kesedihan.
“Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku mencintainya..”

Keheranan terlihat di wajah Changmin. Apa tadi yang dia bilang? Mencintainya? “K–kau
mencintainya? Mencintai Boo maksudmu?” Tanya Changmin. Dan Yunho tidak menjawabnya. Dia
menangis. Dia benar-benar merasa bersalah pada Boo. Dimana dia sekarang?

“Aish. Mian, hyung. Aku terlalu terobsesi untuk menyelidikinya. mm.. bagaimana kalau kita
mencarinya. Dia pasti masih ada di sekitar kita. Sepulang dari kantor?” Yunho pun mendongakkan
wajahnya dan menatap Changmin dengan tatapan cukup berbinar. Wajah tampannya masih basah oleh
air mata. Dan Changmin langsung tersenyum melihat hyungnya itu. “Kita harus mencarinya.”
ujar Yunho lirih. Changmin menepuk bahu hyungnya itu dan wajah Yunho sudah tidak sekalut
tadi. Dia pun tersenyum tipis pada Changmin.

“Aku kesini ketika semua pekerjaanku sudah selesai. Aku kembali bekerja dulu ya, hyung..”
Setelah Changmin menutup pintu ruangannya, Yunho langsung bergegas menyelesaikan segala
urusannya di kantor. Aku harus menemukannya.

^^^^^^^^^^

Sudah seminggu ini Yunho dan Changmin mencari Boo. Dan mereka belum menemukannya. Changmin
terus menghibur Yunho yang semakin terpuruk. Hidupnya kembali suram. Hidupnya kembali biasa.
Sangat biasa. Bahkan hidupnya tambah menyebalkan. Boo sangat penting untuknya. Itu yang
dirasakan Yunho sekarang.

“Sampai kapan kita harus mencarinya? Aku benar-benar merindukannya..”

“Kita harus tetap berusaha, hyung. Kau mencintainya, bukan?”

“Aku memang harus bersabar, Changmin-ah”

^^^^^^^^^^

Genap sebulan sudah Boo menghilang. Yunho masih saja mencarinya. Namun, kali ini tak ada Changmin
di sampingnya. Yunho tidak ingin merepotkan Changmin lagi. Tentu Changmin menolak saat Yunho
bersikukuh ingin mencari Boo sendiri. Namun, Yunho memang selalu bisa memaksa Changmin, bukan?
Hampir di seluruh sisi kota di jelajahinya. Dia pun akhirnya meminta bantuan polisi. Meskipun
polisi sempat menganggapnya sinting ketika Yunho menyebutkan ciri-ciri Boo. Dan seperti biasanya
Yunho bisa memaksa orang. Tidak hanya Changmin. Sudah 5 hari ini sejak dia melaporkan kehilangan
Boo pada polisi dan polisi belum memberikannya kabar berarti. Merasa letih karena seharian
di hari Minggunya ini, Yunho terus mencari Boo, akhirnya Yunho memutuskan untuk pulang ke
apartemennya. Setelah memarkir mobilnya di bagasi, Yunho langsung bergegas masuk ke dalam
apartemennya. Namun, tiba-tiba dia merasa mendengar suara yang tidak asing lagi. “Boo,
jangan kesana!!”

Yunho langsung berbalik dan dia melihat sesuatu menabraknya. Yunho pun terjatuh dengan sesuatu
menindih wajahnya. “Dasar kucing nakal. Ah.. Mianhae. Jeongmal mianhae atas sikap kucing
bodohku ini. gwenchana?” Suara itu. Tidak wajah itu sungguh sangat tidak asing bagi Yunho.
Boo. Dia kembali. Ada di hadapannya. Yunho langsung bangun dan memeluk erat lelaki di hadapannya.
“Bogoshipo, Boo..”

“Mian. ini sesak..” Ujar lelaki itu. Yunho langsung melepas pelukannya dan berniat mencium
laki-laki yang dikenalnya sebagai Boo.

“Apa yang kau lakukan? Kau sungguh tidak sopan..” Lelaki itu mendorong Yunho dan
segera bangkit dari duduknya lalu pergi dari sana. Dia juga menggendong kucing berbulu
hitamnya. Yunho masih terpaku dengan penolakan laki-laki itu. Dan Yunho langsung berlari
menghampiri laki-laki itu sambil menarik sebelah lengannya yang bebas. “Tunggu..”

“Mwoya?” Ujarnya sinis.

“Kau tak mengenalku?” Yunho menunjuk dirinya sendiri.

“Aku orang baru disini. Tentu aku tidak mengenalmu..”

“Apa namamu Boo?”

“YA! Kau memang orang yang tidak sopan. Baru saja bertemu sudah berani memeluk dan hampir
menciumku. Dan sekarang kau menanyakan nama kucingku padaku. Sungguh tidak sopan!” Laki-laki
itu menepis tangan Yunho. Namun, tak berhasil. “YA! Lepaskan aku!!”

Mendengar ucapan laki-laki itu, Yunho sedikit tercengang. Yunho pun melihat kucing kecil di
lengan kanan laki-laki itu. Hey, warna bulunya sungguh mirip dengan warna bulu di kedua telinga
dan ekor Boo. Bahkan bentuknya pun sama. Apa Boo itu adalah penggabungan dari kedua makhluk
di depannya ini? Yunho tampak berpikir keras dan membuat laki-laki di hadapannya merasa heran.

“YA! Kau ini kenapa?”

“Mian. Boleh aku tau namamu?” Tanya Yunho akhirnya.

“Jaejoong. Kim Jaejoong.”

Dan senyuman terkembang di bibir Yunho saat itu juga. Mungkin Boo memang penggabungan dari
pria manis ini dan kucing peliharaannya. Meskipun Boo hanya menemaninya selama beberapa
minggu, tapi Yunho sudah sangat senang. Boo benar-benar merubah hidupnya menjadi lebih indah.

“Kenalkan aku Yunho. Jung Yunho. Ayo kita berteman..”

===END===