YOUR VOICE

By Steffany Revi Saherti (Revi JaeJoong)

Cukup! Hari ini aku harus mengetahuinya!

Raka mulai melangkahkan kaki-kaki jenjangnya ke arah sumber suara itu. Raka memang sudah merasa tertarik dengan suara seorang perempuan yang sudah seminggu ini selalu terdengar dari pengeras suara di toko buku kesayangannya. Raka yang memang selalu datang ke toko buku itu jelas paham betul jika suara perempuan yang biasanya terdengar di sana telah berubah. Suara perempuan yang terdengar di pengeras suara seminggu terakhir ini sungguhlah berbeda. Suaranya begitu lembut dan dapat menenangkan jiwa dan pikirannya yang selalu saja penuh dengan materi-materi kuliah. Padahal, perempuan itu hanya mengumumkan beberapa hal biasa, seperti buku-buku terbaru ataupun buku-buku yang telah menjadi best seller. Bahkan perempuan itu tidak menyanyi, bukan? Tetapi suara perempuan itu benar-benar membuat Raka merasa nyaman mendengarnya. Perasaan itu semakin hari semakin membuat Raka menjadi penasaran dengan si pemilik suara. Seperti apakah perempuan itu? Dan hari ini adalah batasnya. Raka harus mengetahui perempuan itu!

^^^^^^^^^^

Noella benar-benar tersentak ketika tiba-tiba seseorang mendobrak pintu ruang kerjanya. Siapa?

“Apa kamu yang selalu berbicara melalui pengeras suara?” Noella benar-benar tidak mengerti sekarang. Siapa laki-laki ini? Kenapa tiba-tiba ia mendobrak pintu ruang kerjanya? Dan kenapa ia bisa ada di sini?

“Hey! Sudah saya katakan jika anda tidak bisa masuk sembarangan, bukan?! Sebaiknya anda keluar sekarang!” Tiba-tiba Noella melihat sahabat baiknya memasuki ruang kerjanya juga. Dan Noella hanya bisa menatap mereka berdua yang masih berdiri di ambang pintu ruang kerjanya dengan tatapan tidak mengerti. Sebenarnya siapa laki-laki ini?

“Aku mohon! Aku hanya ingin bertemu dengan pemilik suara yang sudah seminggu terakhir ini selalu terdengar dari pengeras suara toko buku.” Raka menatap Noella dan Reva secara bergantian dengan tatapan memohon. Ia benar-benar tertarik dengan suara lembut itu. Dan ia harus mengetahui pemilik suara itu.

“Baiklah. Tapi lain kali jangan masuk secara paksa! Itu melanggar peraturan toko buku ini! Anda itu pelanggan, bukan pegawai toko buku ini!” Reva mulai mengeluarkan semua pikirannya saat itu. Reva tahu laki-laki ini. Laki-laki ini memang pelanggan tetap toko buku. Namun, ia tetap harus mematuhi peraturan, bukan? Tiba-tiba memaksa masuk ke ruang pegawai dan tanpa izin ia langsung berlari ke arah ruangan ini.  Menyebalkan!

“Terima kasih banyak. Maaf aku telah membuat keributan.”

“Jangan ulangi perbuatan itu! Dan Noel, kamu memiliki seorang tamu sekarang.” Reva langsung keluar dari ruang kerja Noella yang tidak luas itu. Noella masih saja tidak mengerti. Sejak tadi, ia hanya menatap sahabatnya bertengkar dengan seorang laki-laki yang sepertinya penasaran dengan dirinya. Siapa sebenarnya laki-laki ini?

“E—ee… hai! Aku Raka. Apa kamu masih ada pekerjaan sekarang?” Raka mulai mendekati Noella yang masih menatapnya tidak mengerti. Dan tidak Raka duga, ternyata gadis pemilik suara lembut itu berparas lucu dan menggemaskan.

“Mm… tidak ada. Sekitar tiga menit lagi adalah waktu istirahatku.” Noella mulai menatap Raka lagi setelah tadi ia menatap jam tangan violetnya sejenak. Memastikan jika ia benar-benar memiliki waktu luang untuk laki-laki tidak dikenalnya ini.

“Bagaimana jika kita ke coffe shop di seberang toko buku ini? Aku—ingin mengenalmu.” Noella mulai menatap laki-laki ini dengan tatapan heran sekarang. Sebenarnya siapa laki-laki ini? Apa ternyata laki-laki ini adalah pengagum rahasianya? Atau seorang stalkernya?

“Baiklah.” Setelah berpikir sejenak, akhirnya Noella menyanggupi ajakan laki-laki asing ini. Sepertinya laki-laki ini baik. Sejujurnya, Noella pun sedikit penasaran dengan laki-laki yang baru disadarinya tampan itu. Tidak pernah sekalipun dalam hidupnya, Noella memiliki seseorang pengagum seperti ini? Pengagum? Benarkah laki-laki ini mengaguminya? Lalu, untuk apa dipikirkannya? Ajakan ini pasti akan menjawab semua pertanyaannya, bukan?

^^^^^^^^^^

Noella tercengang sekarang. Alasan laki-laki tampan di hadapannya ini penasaran dengannya adalah karena suaranya. Ada apa dengan suaranya? Apa suaranya aneh? Atau apa? “Suaraku? Ada apa dengan suaraku?”

“Suaramu indah.” Dan Noella tercengang lagi sekarang. Perasaan senang dan malu mulai bercampur di dalam dirinya. Indah? Benarkah?

“Pertama kali aku mendengar suaramu, aku sudah merasa tertarik. Dan selama seminggu aku mendengar suaramu, aku sadar jika aku menyukai suaramu yang dapat menenangkan jiwa dan pikiranku. Lalu aku mulai penasaran dengan pemilik suara indah itu. Hingga akhirnya, aku berhasil mendobrak pintu ruang kerjamu dan menemukanmu, si pemilik suara indah itu.” Noella benar-benar malu sekaligus senang sekarang. Benarkah seperti itu? Tidak pernah ada seorang pun yang mengagumi suaranya seperti laki-laki ini. Sepertinya Noella pun mulai merasa tertarik dengan Raka.

“Dan aku sudah menjelaskan alasanku. Lalu… siapa namamu?”

“Aku Noella. Salam kenal.” Noella memberanikan dirinya untuk mengulurkan tangannya pada Raka. Dan Raka langsung menjabat tangan mungil Noella tanpa berpikir. Senyum manisnya pun ia kembangkan di wajah tampannya itu. Tepat seperti dugaan Noella. Raka memang tampan!

^^^^^^^^^^

“Apa kamu mau bernyanyi untukku?” Raka ingin sekali mendengar Noella menyanyi. Pasti sangat bagus! Dan hari ini, di saat mereka sedang bertemu berdua saja di salah satu kafe di sekitar toko buku langganannya sekaligus tempat kerja Noella, Raka mulai mengatakan keinginannya pada Noella. Sejak kejadian waktu itu, Raka memang sering mengajak Noella untuk makan siang bersama. Dan Noella yang mulai tertarik dengan Raka pun tidak bisa menolaknya. Seperti saat ini. Ini adalah pertemuan kelima mereka. Dan Noella yang sedang menyantap ice creamnya saat itu langsung menatap Raka kaget. Menyanyi? Bahkan ia jarang sekali menyanyi. Noella memang menyukai musik. Namun, ia hanya suka mendengarnya, tidak untuk melantunkannya.

“Aku tidak pandai bernyanyi. Maaf.”

“Mm… Itu hal yang patut disayangkan, bukan? Padahal kamu memiliki suara yang indah. Seharusnya kamu memang menjadi penyanyi!” Raka menatap Noella dengan senyum manisnya itu. Noella merasakan jantungnya yang sudah berdebar keras sejak tadi. Laki-laki ini sungguh tampan. Kedua mata yang tajam, hidung bangirnya, dan bibirnya yang selalu melukiskan senyum indah itu. Noella memang tertarik dengan Raka.

“Dan tidak dapat kuduga jika ternyata si pemilik suara indah itu pun memiliki wajah yang manis dan menggemaskan.” Apa? Apa katanya tadi? Apa Noella salah mendengar? Senyum Raka yang manis itu juga tatapan hangat Raka pada dirinya membuktikan jika Noella memang tidak salah mendengar. Apa Raka mulai menyukai Noella?

“Wajahmu yang tersipu seperti itu pun sungguh manis.” Gawat! Jantung Noella sudah berdetak lebih dan lebih keras sejak tadi! Ada apa ini? Noella mulai gugup dan malu sekarang.

Suara tawa Raka berhasil mengalihkan perhatian Noella. Kenapa sekarang ia tertawa? Apa ada yang lucu? “Kenapa kamu tertawa?!”

“Hahaha.. Wajahmu itu sungguh lucu, Noel. Kamu memang menggemaskan.”

^^^^^^^^^^

“Saat itu, kamu baru bekerja selama seminggu. Dan sekarang kamu sudah mendapatkan pacar! Kamu benar-benar beruntung, Noel!” Reva mulai mengeluarkan semua keluhannya pada sahabatnya, Noella. Sedangkan Noella hanya bisa memutar kedua bola matanya sambil menghela napasnya panjang.

“Aku tidak memiliki pacar, Rev.”

“Lalu siapa laki-laki tampan yang selalu menjemputmu untuk makan siang bersama?!”

“Raka hanya temanku.”

“Teman yang tampan dan selalu memperhatikanmu? Bahkan ia mengagumimu, Noel!” Reva mulai menghampiri Noella yang masih duduk di ruang kerjanya. Dengan segera, Reva menarik sebuah kursi untuknya dan ia segera duduk di samping Noella yang masih menatapnya heran.

“Apa maksudmu?”

“Ayo kita bertaruh! Jika dalam waktu dekat ini, Raka menyatakan perasaannya padamu, maka kamu harus menerima perasaannya juga harus merelakan tas kecilmu yang lucu itu untukku!” Reva menunjuk tas kecil berwarna violet dengan kepala kucing di permukaannya yang berada di atas meja kerja Noella. Reva sangat menginginkan tas itu sejak lama dan Reva sangat yakin jika ia pasti akan mendapatkan tas itu. Bagaimanapun juga, Noella terlihat menyukai Raka. Tingkahnya selalu saja menjadi aneh dan gugup ketika Raka menjemputnya untuk makan siang bersama. Dan Reva pun yakin jika Raka juga menyukai sahabatnya itu. Sebab sejak awal, Raka memang sudah tertarik dengan Noella, bukan?

“Eh?? Kenapa sekarang kita jadi bertaruh?”

“Cepat temui dia! Dan seperti biasanya, Raka sudah menunggumu di depan ruang pegawai!” Reva segera menarik Noella agar bangkit dari duduknya. Dan dengan segera, Reva mendorong Noella agar segera menghampiri Raka yang tepat seperti dugaan Reva, Raka memang sudah berdiri di sana.

“Hey, Noel! Kamu sudah bertaruh denganku! Ingat itu! Dan kamu harus menerima perasaannya!” Sambil tersenyum lebar, Reva menyampaikan pesan terakhirnya dengan berbisik sebelum kedua sejoli itu pergi berkencan. Dan Noella tiba-tiba saja menjadi gugup sekarang. Apa benar Raka menyukainya? Apa benar Raka akan menyatakan perasaannya?

^^^^^^^^^^

“Suaramu itu selalu kuingat. Dan secara otomatis, kamu pun selalu berada di pikiranku, bukan? Lalu… bagaimana jika kamu selalu berada di sisiku juga?” Noella terdiam sekarang. Kenapa Reva tahu jika Raka akan menyatakan perasaannya? Dan apa yang harus dilakukannya sekarang?

“Lagipula, aku memang menyukai semua dari dirimu sejak pertama kali kita bertemu dan berbicara. Wajahmu pun sungguh menggemaskan dan manis. Tanpa sadar, kamu sudah menguasaiku. Apa kamu akan bertanggung jawab? Untuk selalu menemaniku dan selalu berada di sisiku?” Noella memang menyukai laki-laki ini. Senyum manis Raka selalu tersimpan baik di pikirannya. Dan Noella menyukai semua yang dilakukan Raka tanpa sadar. Sejak awal Noella memang sudah tertarik dengan Raka. Apa sebaiknya Noella menerima perasaan Raka?

“E—ee… apa kamu benar-benar menyukaiku? Tidak hanya karena suaraku, bukan? Mm… Jika iya, maka aku—akan berusaha untuk selalu berada di sisimu.” Dengan malu-malu, Noella menyuarakan pikirannya. Dan semua pertanyaan Noella hanya di balas pelukan hangat oleh Raka. Senyum lebar pun terkembang di wajah mereka berdua. Noella benar-benar tidak menyangka jika suaranya di pengeras suara dapat membuat seseorang tertarik padanya hingga hubungan mereka menjadi lebih dekat lagi seperti saat ini. Begitupun Raka. Raka pun tidak dapat menyangka jika ternyata ia dapat tertarik dengan suara lembut yang terdengar di pengeras suara toko buku favoritnya. Dan rasa ketertarikannya itu dapat memberinya keberanian untuk mencari tahu sosok si pemilik suara hingga akhirnya mereka berdua lebih mengenal lagi seperti sekarang. Dan Noella benar-benar bahagia sekarang. Bahkan ia melupakan janjinya untuk merelakan tas kecilnya untuk diberikan pada Reva. Yang ia ingat sekarang hanya kehangatan Raka yang masih menyelimutinya erat. Noella benar-benar bersyukur, karena suaranya, ia dapat memiliki kehangatan ini. Karena suaranya, Noella dapat bertemu dengan Raka.

Gomen geje..

ahahaha XDD