Kau pasti sadar jika kau dicintai banyak orang. Digilai banyak orang. Aku salah satunya. Aku tak tahu pasti, mengapa aku bisa jatuh terlalu jauh ke dalammu. Yang aku ingat saat ini hanyalah aku yang sangat sangat mencintaimu. Aku sangat yakin jika kau sama sekali tak mengetahuiku. Tentu. Di antara banyak orang, aku hanyalah seorang gadis yang tak mungkin bisa meraihmu. Bahkan ketika kau sudah sedikit lebih dekat pun aku masih tak bisa menggapaimu. Cara apa yang harus aku gunakan? Aku sangat sangat menggilaimu, sekalipun aku belum pernah bertemu denganmu. Sama sekali. Dan ini bukanlah hal aneh. Rasa cintaku padamu tumbuh bukan tanpa sebab. Tanpa sepengetahuanmu, aku sudah menjadi seorang stalker. Seorang stalker yang mengikutimu dari jauh. Sangat jauh.

Pertama kali aku melihat wajahmu, aku merasa sangat tenang. Wajahmu sungguh indah. Sebuah pahatan menakjubkan dari Allah SWT. Yang Maha Kuasa. Senyummu pun langsung merobohkan hatiku. Begitu manis dan bersinar. Subhanallah. Sungguh, aku tertarik padamu. Dan ketika aku mendengar suaramu, sungguh sungguh membuat seluruh diriku melayang. Suaramu begitu lembut. Lagi-lagi aku berucap Subhanallah. Sejak itulah aku mulai menyukaimu. Dan aku sangat menikmatinya. Begitu seterusnya seiring dengan rasa cintaku yang terus tumbuh padamu.

Aku sangat sadar jika kau bukan milikku. Kau tidak akan pernah menjadi milikku. Kau terlalu berharga untuk menjadi milikku. Kau terlalu berarti untuk menjadi seseorang yang dekat denganku. Tapi semua perasaan ini tidak bisa ku hentikan. Aku mencintaimu. Dan perasaan ini tidak akan pernah ku izinkan untuk pergi dari hatiku. Aku tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu. Walaupun kau tidak pernah sekali pun melihat perasaanku padamu. Tidak akan pernah.

Terima kasih banyak. Kau telah membuatku merasakan perasaan ‘cinta’ yang memang sebelumnya belum pernah kurasakan. Kaulah yang pertama mengajarkan aku rasanya ‘mencintai’ seseorang. Meski aku yakin jika kau tidak sadar akan hal itu.

Gomawo yo.

Entah apa yang akan terjadi pada perasaanku ini. Hanya Allah yang tahu. Aku hanya akan tetap berusaha untuk menjaganya. Karena aku mencintaimu.

By Revi JaeJoong

For my beloved Umma and Husband, Kim JaeJoong