Helaan napas panjang belum terasa cukup untuk mewakili kesedihan ini. Getaran pelan dan teratur masih terasa di dada. Perlahan namun pasti, air mata ini mulai menetes. Rasanya sakit.

Apa rasa ini memang sebaiknya tidak terbalas? Atau apa sebenarnya? Aku tidak mau menanggung rasa sakitnya. Meski sejak semula aku sadar jika aku pasti akan menangis. Dan tentu saja aku harus merasakan rasa sesak ini memenuhiku. Membuatku tak kuasa untuk menahan air mata. Air mataku yang ingin sekali mengumumkan pada dunia jika aku sedang bersedih. Dan kecewa.

Rasa yang baru pertama kali aku rasakan harus tandas dan lenyap. Rasa ini tidak ingin beranjak. Namun, rasa ini harus pergi. Meski aku tidak ingin. Meski rasanya sakit.

Dan, akhirnya aku tidak akan memiliki senyuman itu. Aku tidak akan memiliki tatapan itu. Aku tidak akan memilikimu.

Relakah aku? Melepas semua kesenangan ini? Melepas rasa nyaman ini? Kau pasti tidak akan tahu, betapa menyenangkannya menatapmu. Betapa bahagianya ketika memperhatikanmu. Sungguh membuatku menjadi sangat lebih baik. Meskipun itu hanya dari jauh.

Dan, sekarang aku harus melupakannya. Melupakan segalanya. Rasa ini, kesenangan ini, kenyamanan ini, dan juga dirimu.

Berkali- kali aku menghela napas, sekedar untuk melepas sedikit kesedihan ini. Namun, nyatanya aku makin menyukaimu. Nyatanya aku semakin ingin memilikimu.

Bolehkah aku berharap? Bolehkah aku merasakannya lagi? Bolehkah?

Karena aku memang tidak ingin rasa ini meninggalkanku.

By Revi JaeJoong
For Someone who always make me happy and beating >.<